Senin, 24 Agustus 2009

Bug’s Komputer

Saya punya teman yang mempunyai pekerjaan nggak jauh-jauh dengan yang namanya komputer. Ya dia bisa juga dibilang sudah bertahun-tahun menjalani hidupnya tersebut. Bilangnya ini adalah sudah menjadi bagian hidupku. Dan coba tebak apa yang dilakukannya.



1.Dia menyuruhku untuk menggunakan metode binary untuk menyelesaikan segala masalah. Yang hanya mengenal angka 1 dan 0. Yang mana 1 = true dan 0 = false.

2.Dia menganggapku tidak berbakat dalam hal utak-atik dengan komputer. Aku sih no problem, makanya dia yang mengurus segala macam kerusakan pada komputer-komputer pasiennya. Eh, tiap akhir bulan dia scaning seluruh badan ku. Waktu ku bilang kalau aku ini sohibnya, bukan virus worm atau trojan, dia malah melakukan Advanced Heuristic (level 4) (maksudnya : memeriksa bukan hanya untuk suatu threat tetap juga untuk hal-hal yang mecurigakan lainnya, seperti janji yang dipack dan di-scrambler dengan maksud menghindari deteksi kebohongan).

3.Aku heran kenapa pertemanan kami tambah sinkron, sehingga pada suatu hari, aku mengintip dari ruangan kerjanya dimana tiap ruangan dibagi menjadi partisi-partisi dan dibuat clusternya. Tak heran ! Dia rupanya juga menggunakan format NTFS dalam setiap partisinya. Dan dia juga melindungi setiap ruangannya dengan Real time monitor sehingga tidak bisa membiarkan orang masuk sembarangan dan yang lebih gila lagi dia pasang Firewall yang berlapis-lapis. Dia error, dan aku udah bilang itu ke dia. Eh, dia malah bilang, ” Ya enggaklah fren, aku kan cuma seorang hacker yang nda mau di hackeri. Masa jeruk makan jeruk bilangnnya....”.

4.Setiap CPU yang rusak di workshop di compress dan archieve kan. Alasan dia, ada peraturan yang mengharuskan dia memaintain space available ruangannya agar tidak terjadi overload. Aku sungguh-sungguh khawatir…

5.Dia bilang kalau dia teman aku, dan aku bilang dia juga teman akrab aku. Tetapi tetap saja, dia tidak pernah percaya. Katanya, ada kemungkinan terjadi bad cluster. Dan dia memintaku melakukan fixing mengenai masalah ini....Duhhh.

6.Tahun lalu persahabatan kami overheating karena seringnnya melakukan konflik antar option.

7.Awalnya aku heran, kenapa setiap akhir tahun selalu berdatangan blog, e-mail, dan massage dari seluruh famili, kolega termasuk rental komputer di seberang rumah. Ternyata, kawanku mengirimi mereka virus-virus yang aktifnya hanya pada akhir tahun. Waktu aku protes, dia bilang, effek virus yang dikirimkan lebih jelas kalau yang mengeluhkan adalah korbannya. Cape deh...

8.Waktu kawanku menyervice, dia sering tidak mengikuti prosedur. Bila prosedur bilang, ganti hardware yang rusak dengan yang baru. Dia malah bilang ganti aja komputernya dengan yang baru biar benar-benar ok.

9.Aku bilang, dia itu error. Tapi anehnya, semua orang bilang kalau dia orangnnya complete. Di kamus, ternyata kata ”error” bukan sinonim untuk kata ”complete”. Pasti kamusnya keluaran jaman pentium 1 atau malah dx-486.

10. Waktu pertama kami bertemu, dia memberikan serial number padaku. Awalnya aku bilang, “Oh, makasih fren...” Ternyata setiap tahun dia memberikan hal yang sama. Katanya, standarnya mengharuskan dia melakukan itu bila ada indikasi kalau aku keliru memahami tujuan dari friendsetter kami. Dia juga bilang, aku tidak bisa memberikan password begitu saja sehingga nanti bisa terjadi crack antara kami. Dia punya hak untuk dibuatkan registration number sebelum aku membuatkan ke orang lain. Dia juga menegaskan bila aku membuatkan orang lain selain dia, maka harus ada chating antara dia dan lainnya, agar dia bisa menyampaikan keberatan profesionalnya. Mati kita....

11.Phew...kadang kala, aku berfikir, kalau dia meng overlock persahabatan kami ini. Duh...kok aku jadi kebawa-bawa dia...

12.Kukira pertemananku ini sudah cukup aneh, tapi ternyata ada kawanku punya kawan juga punya kawan sama dengan kawanku, punya cerita yang lebih parah. Kawannya meng hidden semua komputer yang di perbaikinya dan melakukan export spare part dari hasil kanibalnya.

Teman-teman, berfikirlah dua kali sebelum memilih teman. Kalau aku sudah berfikir dua kali dan tetap memutuskan untuk menjadi temannya, pikirkan dua kali lagi. Kau harus mempertimbangkan kehidupanmu di blok dan di delete sebelum kamu sadar. Duh...ternyata aku sudah error reding file.


0 komentar:


Posting Komentar

Langganan Via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Labels